Membantu Mereka Mencapai Puncak Obsesinya

0
147

teradesa.com. Menarik, pernyataanTenzing Norgay, pendaki asal Nepal saat diwawancarai wartawan. Iya, 29 Mei 1953 jam 11.30 Sir Edmun Hillary, pendaki asal Selandia Baru berhasil mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang dapat menaklukkkan gunung Everest. Apa hubungannya dengan Tenzing Norgay?

Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Tingginya mencapai 29.057 kaki dari dasar laut. Karena pencapaian itulah, kemudian Sir Edmund Hillary terkenal, dan mendapat gelar kebangsawanan dari Ratu Elisabet II. Ia sebetulnya tidak sendiri, karena selama pendakian itu, Hillary dipandu Tenzing Norgay.

Saat turun dari gunung, banyak wartawan yang melakukan wawancara secara live dan exclusive. Semua mata dunia tertuju kepada Edmund Hillary. Dan, dia-lah yang kemudian menjadi rujukan semangat para pandaki lainnya.

Hanya ada satu wartawan yang mewawancarai Tenzing Norgay. Dialah yang memandu, mengarahkan dan menunjukkan jalan ke puncak gunung Everest. Dalam proses pendakian, Tenzing Norgay memimpin dan berada di depan. Tetapi, begitu hampir mencapai puncak, dia mempersilahkan Edmund Hillary untuk berada di depan sehingga dia dapat menjadi orang pertama yang menginjakkan kakinya di gunung everest.

Ditanya demikian, mengapa Anda (Tenzing Norgay) merelakan Edmund Hillary berada di depan saat menjelang mencapai puncak? Tenzing hanya menjawab, “tugas saya membantu Hillary untuk mencapai puncak obsesinya”. Tenzing memang berprofesi sebagai pemandu pendaki gunung (sherpa).

Orang tua, guru, atau mentor adalah orang yang seharusnya hanya membantu anak-anak mencapai puncak obsesi atau cita-citanya. Tugas pembantu adalah memberikan arahan, pedoman, petunjuk, fasilitas, dan menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk mengambil keputusan serta melaksanakan keputusan tersebut.

Mereka tidak khawatir karena tidak terkenal, mereka tidak iri terhadap pencapaian puncak cita-cita anak-anaknya. Justru mereka bangga berhasil menghantarkan anak-anak berhasil pencapai puncak pendakian. Betul, hidup ini adalah proses pendakian untuk mencapai puncak obsesi.

Jika ada anak yang jatuh dari tangga pendakian, tugas orang tua, guru atau mentor adalah menolong untuk bangkit, memberikan motivasi dan memberikan pembelajaran. Menguatkan mental anak adalah penting sehingga ia mendapatkan energy untuk bangkit dan meneruskan pendakian itu. Tidak satupun orang mampu memprediksi pencapaian puncak pendakian, hanya dibutuhkan semangat, motivasi dan energy ekstra.

Dipuncak itulah titik kepuasan seorang pendaki. Ia bangga dan mengatakan kepada semua orang, “ini adalah titik di mana eksistensiku tercatat dalam sejarah kehidupan“.

Nur Kholis
LSP Community

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here