Verdaagzaamheid, Pesan Soekarno dalam Peringatan Sejarah Pancasila

0
333

teradesa.com. Setiap ada moment-moment peringatan Pancasila, misalnya hari lahirnya Pancasila dan hari Kesaktian pancasila. Masyarakat tidak bisa lepas dari sosok penting, Presiden Soekarno. Untuk itu, generasi muda perlu merenungkan satu dari sekian pesan-pesan kebangsaan Soekarno. Apa itu? Verdaagzaamheid.

Pada saat sidang BPUPKI, tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan antara lain; “Apakah cara keadaban itu? ialah hormat-menghormati satu sama lain. Nabi Muhammad s.a.w telah memberi bukti yang cukup tentang verdaagzaamheid…Nabi Isa pun menunjukkan verdaagzaamheid itu”. Ungkapan Ir. Soekarno 76 tahun lalu ini rasanya masih cukup relevan untuk kita refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yupz…toleransi yang berkebudayaan.

Toleransi memiliki ruang kajian yang sangat luas, tidak hanya dalam wilayah kehidupan beragama, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan berbangsa lainnya. Dalam menjalankan pemerintahan, kependidikan, keagamaan, relasi sosial, seni-budaya. Toleransi adalah prinsip dalam kehidupan keseharian. Toleransi meniscayakan sikap saling menghormati, saling memberi ruang ekspresi, dan tidak meniadakan satu diantara lainnya. Toleransi yang berkebudayaan adalah sikap saling mengembangkan potensi kemanusiaan semua keragaman masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memandirikan bangsa.

Verdaagzaamheid yang diidealkan Soekarno adalah tumbuh dan berkembangnya kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang beradab. Kehidupan keberadaban mensyaratkan kesadaran nilai dalam prakteknya di masyarakat, baik nilai-nilai keagamaan dan/atau sosial (values-based nationality). Soekarno, dkk saat itu, dalam sidang BPUPKI akhirnya sepakat mengkristalisasikan kedalam lima sila, yakni berketuhanan, berprikemanusiaan, berkesatuan, berkepemimpinan gotong royong, dan berkeadilan.

Soekarno menegaskan, “Jangan mengira bahwa dengan berdirinya Negara Indonesia Merdeka itu perjuangan kita telah berakhir. Tidak! Bahkan saya berkata: Di dalam Indonesia Merdeka itu perjuangan kita harus berjalan terus, hanya lain sifatnya dengan perjuangan sekarang, lain coraknya. Nanti kita bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu padu, berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila”.

Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan konsep ideal yang harus direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila tidak saja dijadikan sebagai dasar bernegara, tetapi juga selayaknya dijadikan sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat dan bernagsa. Semua aspek kehidupan kebangsaan; ekonomi, pendidikan, sosial, politik, budaya, dan seni hendaknya dikembangkan berdasarkan nilai-nilai pancasila. Terutama, di era pandemic, kita perlu mengembangkan sikap toleransi dan empati berbasis nilai keberadaban. #Nur Kholis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here